HomeOPINIDahsyatnya Doa di Bulan Ramadhan, Dikabulkan Jelang Lebaran Idul Fitri

Dahsyatnya Doa di Bulan Ramadhan, Dikabulkan Jelang Lebaran Idul Fitri

Aqua Dwipayana

Pakar Komunikasi & Motivator Nasional

Janji Tuhan itu nyata. Apalagi jika memohonnya lewat doa yang dilakukan pada bulan suci Ramadhan, langsung dikabulkanNYA. Saya telah membuktikannya.

Selama Ramadhan, banyak doa yang saya sampaikan ke Tuhan. Baik untuk diri sendiri, keluarga, saudara-saudara, semua relasi, maupun yang lainnya. Itu saya lakukan secara khusyuk setiap selesai shalat wajib dan sunah.

Alhamdulillah Tuhan mengabulkan doa saya. Di antaranya saya memohon agar Sang Pencipta membukakan hati dan pikiran teman-teman yang selama ini masih “keras” agar jadi “lembut”.

Menyadarkan mereka bahwa sikap negatifnya selama ini kepada saya sangat keliru. Justru merugikan mereka sendiri. Sedangkan saya sama sekali tidak merasa rugi. Juga sedikit pun nggak terpengaruh dengan itu.

Sementara mereka terus menyimpan perasaan negatif dalam dirinya. Membawanya dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Membuat kesehariannya tidak nyaman karena ada ganjalan.

Berbagai aktivitas positif terus saya laksanakan termasuk selama Ramadhan. Bahkan intensitasnya makin meningkat.

Kegiatan itu terutama silaturahim serta Sharing Komunikasi dan Motivasi di berbagai kota utamanya di Pulau Jawa. Banyak undangan yang saya terima, namun karena keterbatasan waktu tidak semuanya dapat dipenuhi.

Sebagian undangan diputuskan dipenuhi setelah Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah. Itupun disesuaikan dengan jadwal saya yang telah direncanakan jauh-jauh hari.

Langsung Dirasakan

Kembali kepada doa yang saya sampaikan kepada Tuhan. Menjelang Lebaran Idul Fitri, satu-persatu permohonan itu mulai dikabulkan. Tidak hanya sampai di situ.

Saat Lebaran Idul Fitri hari ini, saya merasakan hal serupa. Semuanya terjadi sepenuhnya karena Tuhan. Sebagai jawaban atas doa-doa saya. Allahu Akbar…

Kejadian itu sulit dilogikan. Namun bisa langsung dirasakan. Bagi Tuhan semuanya dapat diwujudkan. Tidak membutuhkan waktu lama.

Saya sangat bersyukur atas dikabulkannya doa tersebut. Apalagi itu di bulan suci Ramadhan dan pada 1 Syawal 1442 Hijriah hari ini. Waktu yang sangat penting dan berkah.

Karena sudah lama memaafkan mereka yang perilakunya negatif tersebut -jadi sama sekali tidak ada beban- sehingga tanpa pikir panjang saya merespons WA mereka yang berisi ucapan Selamat Idul Fitri. Disertai permohonan maaf lahir dan batin.

Saya membalas WA-nya dengan tulus ikhlas. Bersikap biasa saja. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa dengan mereka, sehingga semuanya merasa nyaman.

Atas kejadian itu, saya kembali merasakan langsung kebesaran Tuhan. Bagi Sang Pencipta semuanya serba bisa termasuk mengubah hati dan pikiran manusia yang semula “keras” menjadi “lembut”.

Meski semuanya sudah berubah, saya tetap berdoa agar mereka konsisten melakukannya. Perubahan yang positif itu selamanya, tidak sesaat.

Kalau pun di antara mereka ada yang kembali bersikap tidak terpuji, bagi saya sama sekali tidak ada masala karena ngga mengalami kerugian apa-apa. Saya tetap melaksanakan berbagai aktivitas seperti biasa.

Membersihkan Diri

Kerugian ada pada mereka yang tidak konsisten. Mereka rugi baik di dunia maupun akhirat. Jadi terus-menerus mengalaminya.

Mereka yang hati dan pikirannya telah berubah jadi “lembut” harusnya berterima kasih kepada Tuhan. Sang Pencipta telah menyelamatkan mereka dengan membuang jauh-jauh semua “sampah” yang ada dalam dirinya masing-masing.

Jika masih menyimpan “sampah” dalam dirinya meski hanya sebesar biji sawi, akan rugi sendiri. Hidupnya pasti tidak tenang karena ada ganjalan. Juga merasa ngga nyaman.

Selain itu, akan berdosa sebab hati dan pikirannya belum bersih. Menyimpan perasaan dan pikiran negatif pada orang lain.

Hendaknya bulan suci Ramadhan  dijadikan momentum membersihkan diri secara keseluruhan. Dengan membuang jauh-jauh semua “sampah” yang ada dalam diri, baik di hati maupun pikiran. Sehingga pada Lebaran Idul Fitri ini kembali jadi bersih dalam arti kata sebenarnya. Aamiin ya robbal aalamin…

Jika memang merasa pernah berbuat salah termasuk menyakiti orang lain, baik tutur kata maupun tingkah lakunya, jangan pernah sedikit pun ragu untuk minta maaf. Sikap itu sangat terpuji karena menunjukkan memiliki jiwa besar.

Ke depan teruslah belajar dari kesalahan yang pernah dibuat dan jangan pernah mengulanginya lagi. Berterima kasihlah kepada Tuhan karena telah menyadarkan dari kekeliruan yang sudah dilakukan. Alhamdulillah.(*)

radarpadanghttps://radarpadang.com
Radar Padang adalah media online di Sumatera Barat yang menyajikan berita aktual dan terpercaya berpedoman pada kode etik jurnalistik dan UU Pers.
RELATED ARTICLES

Pertamina Sub-sub

Taliban Rasul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments