HomePOLITIKTahun Kedua Sidang Tahunan MPR dengan Prokes Ketat

Tahun Kedua Sidang Tahunan MPR dengan Prokes Ketat

Ketua DPR RI Puan Maharani mengecek kesiapan parlemen untuk menggelar Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI/DPD RI dan Rapat Paripurna DPR RI tentang RAPBN 2022 di Ruang Sidang Paripurna, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Minggu (15/8/2021).

“Kami ingin memastikan segala sesuatu untuk acara kenegaraan besok (16/8/2021) sudah siap, sehingga bisa berjalan lancar, baik secara fisik maupun virtual,” kata Puan di lokasi geladi resik.

Seluruh rangkaian sidang tahunan maupun sidang bersama akan digelar pada Senin (16/8/2021).

Puan geladi resik pada sesi kedua acara. Dia mempersiapkan penyampaian Pidato Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2021-2022.

Kemudian, Puan akan menerima secara resmi RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya dari Presiden Joko Widodo.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR ini mengatakan, acara kenegaraan di parlemen tahun ini berjalan lebih singkat, karena jeda sesi pertama dan kedua hanya hitungan menit.

“Sekitar jam 12 acara dijadwalkan sudah selesai. Saya sebagai Ketua DPR RI yang akan menutupnya,” ujar Puan.

Untuk diketahui, selain dihadiri Presiden Jokowi, Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD serta Pidato Kenegaraan besok akan dihadiri Wakil Presiden, jajaran kabinet dan pimpinan lembaga negara, dan tamu undangan lainnya. Acara akan dihadiri secara fisik oleh 60 orang, dan secara virtual ratusan orang.

Puan memastikan pelaksanaan acara secara fisik dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih pandemi Covid-19.

“Ini tahun kedua kita sidang tahunan dengan prokes yang ketat. Tentu diharapkan segala sesuatunya akan berjalan lebih baik,” kata politisi PDI-Perjuangan itu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menerangkan bahwa sidang tahunan/bersama pada 16 Agustus 2021 menerapkan protokol kesehatan ketat dan berjalan secara minimalis dengan jumlah peserta lebih sedikit dibanding tahun lalu. Sidang dilaksanakan secara hybrid (fisik dan virtual).

Terkait pengaturan waktu antara sidang pertama dan sidang kedua, hanya dibatasi 10-15 menit tenggat waktu.

Indra menegaskan bahwa panitia penyelenggara telah memperhitungkan setiap tahapannya. Penyelenggara juga memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat, di mana terdapat kewajiban tes PCR untuk memasuki ruang sidang.

“Pelaksanaannya juga telah disepakati secara minimalis, dengan peserta yang hadir secara fisik 60 orang,” terang Indra.

Sehingga dapat dipastikan adanya jaga jarak selama berada di ruang sidang. Rincian 60 orang yang hadir secara fisik adalah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, pimpinan DPR (5 orang), pimpinan MPR (10 orang), ketua fraksi/kelompok DPD (10 orang).

Diikuti ketua fraksi di DPR (9 orang), pimpinan DPD (4 orang), perwakilan subwilayah (4 orang), serta pimpinan lembaga negara (Ketua BPK, Ketua MA, Ketua MK, dan Ketua KY). Selain itu dari unsur pemerintah, di antaranya Menko Polhukam, Menko PMK, Menko Marives, Menteri Sekretariat Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, Panglima TNI, dan Kapolri.

Undangan yang mengikuti secara virtual, antara lain tiga mantan presiden, empat mantan wakil presiden, dua mantan Ketua MPR, empat mantan Ketua DPR, dan empat mantan Ketua DPD. Hadir juga secara virtual sebanyak 540 anggota DPR dan 124 anggota DPD, 103 duta besar/perwakilan negara sahabat, 8 pimpinan BPK, 9 jajaran Mahkamah Agung (MA), 7 orang jajaran Mahkamah Konstitusi (MK), 6 orang jajaran Komisi Yudisial (KY), dan 34 gubernur se-Indonesia.(rls)

radarpadanghttps://radarpadang.com
Radar Padang adalah media online di Sumatera Barat yang menyajikan berita aktual dan terpercaya berpedoman pada kode etik jurnalistik dan UU Pers.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments