JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA terus mempercepat penyiapan armada kereta rel listrik (KRL) produksi dalam negeri.
Terbaru, kedua perusahaan menggelar uji coba dinamis KRL INKA rangkaian kedelapan di lintas Bogor-Jakarta Kota.
Pengujian tersebut menjadi bagian dari rangkaian evaluasi untuk memastikan kereta siap beroperasi sebelum digunakan melayani perjalanan masyarakat.
Baca Juga:Refleksi 73 Tahun KPU, Mantan Komisioner Beri Sejumlah PeringatanJangan Sampai Salah! Ini Syarat Pekerja yang Berhak Mendapatkan BSU 2026
Aspek teknis, keselamatan, hingga keandalan operasional menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pemeriksaan.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan kesiapan sarana merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan transportasi kereta api.
Terlebih, jutaan masyarakat setiap hari mengandalkan layanan KAI Group untuk menunjang aktivitas mereka.
“Setiap hari, jutaan masyarakat mengandalkan layanan KAI Group untuk beraktivitas. Tanggung jawab kami adalah memastikan perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan semakin baik.”
“Karena itu, setiap proses penyiapan sarana dilakukan dengan cermat,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Menurut Bobby, pengembangan armada KRL tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan jumlah kereta, tetapi juga memastikan seluruh sarana memenuhi standar keselamatan dan mampu mendukung kelancaran operasional.
KAI Siapkan Pengadaan 23 Trainset KRL Baru
Untuk memenuhi kebutuhan layanan, KAI menyiapkan pengadaan sebanyak 23 rangkaian atau trainset KRL baru. Pengadaan tersebut ditargetkan rampung dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun.
Baca Juga:Mobil Hybrid Makin Populer, Ini Panduan Perawatan agar Usianya Lebih PanjangKemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji Khusus Berhak Lunas 2027, Cek di Sini
Dari total kebutuhan itu, sebanyak delapan rangkaian masuk kategori mendesak untuk segera dipenuhi.
Langkah ini dilakukan guna menjaga kecukupan armada di tengah tingginya kebutuhan perjalanan Commuter Line Jabodetabek.
Seluruh proses pengadaan 23 trainset tersebut dipercayakan kepada INKA sebagai industri manufaktur kereta api dalam negeri.
Bobby menjelaskan, INKA diberikan keleluasaan untuk menentukan skema produksi. Perusahaan tersebut dapat memproduksi kereta secara mandiri maupun menjalin kerja sama dengan produsen internasional.
Meski demikian, kerja sama tersebut tetap harus melibatkan industri dalam negeri sehingga pengadaan armada juga memberikan dampak terhadap penguatan industri perkeretaapian nasional.
“Kami memberikan kepercayaan penuh kepada INKA untuk memproses pengadaan 23 trainset ini. INKA memiliki fleksibilitas untuk menentukan skema produksi, baik manufaktur mandiri maupun bermitra dengan pihak internasional, dengan ketentuan wajib bekerja sama dan melibatkan industri dalam negeri,” jelas Bobby.
